Diplomasi Hijab : Nhung minta diajari Berhijab

Nhung minta diajari berhijab
2014
AISEC Experience

Selamat menyimak langkah awal seorang mahasiswa berhijab jurusan Hubungan Internasional.

Berbekal nekat,  berselimut ambisi untuk belajar budaya negara lain. Di saat aku bingung pergi ke luar negeri melalui event apa, di saat ospek lah aku mencari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang mengakomodasi kegiatan di luar negeri dan saat itulah aku mengenal AISEC LC Brawijaya. Sebuah lembaga yang memberikan program pertukaran pemuda antar negara dengan melaksanakan sebuah proyek yang melibatkan masyarakat. 

Aku benar-benar tidak mengerti apa-apa tentang proyek sosial dan volunteering. Semasa sekolah aku hanya fokus pada lomba, dan meskipun kegiatan AISEC ini tidak fully funded alias setengahnya harus dengan biaya sendiri. Tapi, rasa penasaran belajar negara lain secara praktik di lapangan membuatku tetap bulat ingin ke luar negeri,  Berbekal menampilkan story telling dan tari adat Bengkulu saat diinterview, aku tak menyangka pada akhirnya bisa diterima untuk menjalankan project mengajar bahasa inggris di sebuah daerah terpencil di Provinsi Ang Thong, Thailand.

Disana aku bertemu peserta yang sangat beragam. Ada dari Jerman,  Brazil, China, Sri Lanka,  dan masih banyak lagi dan kami dikarantina untuk meramu sistem belajar mengajar  berdasarkan sistem pendidikan yang bagus di negara masing-masing sebelum kemudian diimplementasikan di kelas. Di saat itulah aku bertemu Nhung, gadis cantik dari Vietnam. Ini benar-benar momen yang tak terlupakan. Dia melihatku dengan penuh antusias. Aku bingung sambil berfikir apakah ada yang aneh denganku. Kemudian dia berseru "wah aku baru pertama kali melihat orang mengenakan jilbab, nanti ajarin aku menggunakan ini ya, nanti malam ya!", seru nya.  Dan aku mengiyakan, ku fikir ya itu hanya sekadar basa basi pertemuan dan percakapan awal saja.

Sekitar jam 9 malam waktu Bangkok Thailand,  tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Oh ternyata Nhung, si gadis putih Vietnam. Kedatangannya benar-benar menagih janji untuk mengajarinya mengenakan hijab. Aku terperanjat, masha Allah, aku pun bahagia menyambutnya. Dan langsung tergopoh-gopoh mengambil jilbab segi empat di koper dan memberikan padanya. Berlangsungnya tutorial hijab kami pun membuat teman kamarku, 2 orang gadis China pun  bangun. Mereka juga minta diajarkan berhijab.



Aku terharu, meskipun aku tidak tahu apa yang ada difikirannya, tapi keinginan mereka mengenakan hijab kemudian pergi ke luar hotel membuatku kagum. Ini tentu sungguh pemandangan yang indah jika dibandingkan dengan di Indonesia sendiri yang meskipun mayoritas muslim tapi juga tidak jarang yang enggan mengenakan hijab. Para panitia dari Universitas Bangkok Thailand pun cukup terkesimah dan mengajak berfoto bersama dengan mereka yang mengenakan hijab. Bahkan, mr. dari Jerman pun mengambil handuk di kamarnya dan melingkarkan di kepalanya seolah-olah mengenakan sorban. Aku benar-benar tak menyangka malam itu bisa menjadi malam promosi budaya islam.

Comments